Dari Damascus Sampai Homs Di Bombardir Pesawat Assad Bahkan Dengan Bom Kimia

Publikasi: Senin, 29 Sya’ban 1434 H / 8 Juli 2013 15:27

Dari Damascus Sampai Homs Di Bombardir Pesawat Assad Bahkan Dengan Bom Kimia

sabilarosyad -  Pesawat tempur assad melancarkan serangkaian serangan di pinggiran Damaskus hari Sabtu (6/7/2013). Dilansir oleh Maan News serangan ini merupakan upaya rezim Bashar Al Assad untuk memukul mundur kelompok pejuang Islam yang semakin mendominasi Damaskus.

Pada waktu bersamaan pertempuran juga terjadi di beberapa jalur masuk menuju ibukota. Suara-suara tembak menembak terdengar tak henti-hentinya di kota Homs.

“Pesawat tempur melakukan beberapa serangan udara di tepi kota Assali (di selatan) dan kota Qaboon (timur),” kata narasumber Syrian Observatorium For Human Right.

Observatorium juga melaporkan selain pertempuran di Assali dan barat daya Qadam, tentara juga menembaki basis pertahanan pejuang oposis di kota Yarmuk yang dikuasai mujahidin Islam.

“Serangan udara di timur dari Damaskus menghantam benteng gerilyawan Zamalka.” tambah kelompok tersebut.

Bentrokan semakin memanas di daerah Damaskus. Pasalnya kehadiran kelompok oposisi telah mengkhawatirkan basis-basis pertahanan militer pemerintah yang menguasai kota yang menjadi titik terakhir Bashar menguasai Suriah tersebut.

Pertempuran dari Damaskus sampai Homs ini sudah berlangsung selama tujuh hari berturut-turut

Senjata Kimia

korban-senjata-kimia_1Kelompok aktivis kemanusiaan Suriah menemukan adanya indikasi penggunaan senjata kimia di Homs. Dalam pertempuran yang telah berlangsung selama tujuh hari berturut-turut, banyak korban mengeluh kesulitan bernapas setelah bom-bom rezim menghantam kota Homs.

Dilansir oleh The Telegraph, Sabtu (6/7/2013). Wassif Shemali, salah satu pejabat Syrian National Council (SNC) menuduh rezim Suriah menggunakan senjata pemusnah massal untuk menyerang Homs.

“Sementara masyarakat international tidak bereaksi apa-apa.” Jelasnya.

Saat ini Homs, menjadi kota yang digempur habis-habisan oleh tentara rezim Bashar Al Assad. Pertempuran di Homs telah berlangsung selama tujuh hari berturut-turut.