Islam Sebagai System Kehidupan Bagian 5

Publikasi: Rabu, 15 Jumadil Awwal 1434 H / 27 Maret 2013 07:14

Islam Sebagai System Kehidupan Bagian 5

myblog.com/sr

4. Pendidikan jasmani (fisik)
Untuk mencapai tujuan pendidikan sebagaimana yang dicanangkan Islam yaitu terbentuknva manusia yang utuh disetiap aspek baik akal, jasmani, ruhani dan keserasiannya dengan kehidupan kemasyarakatan, diperlukan syarat mutlak yakni kesehatan badan. Maka dari itu Rasulullah SAW pernah bersabda :
“Orang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih disukai oleh Allah daripada orang mukmin yang lemah”.
Tuntunan yang baik untuk melindungi kesehatan badan adalah dengan cara wiqayah, yaitu penjagaan kesehatan (tindakan preventif). Ini adalah metode yang lebih efektif bila dibandingkan dengan pengobatan (kuratif). Sebagai contoh tuntunan Islam dalam menjaga kesehatan jasmani antara lain dalam firman Allah :

… dan makan dan minumlah dan janganlah berlebih lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih lebihan (QS-Al-Araq (7),31
Rasulullah kemudian menegaskan lagi sebagai berikut ;
“Tidaklah anak Adam mengisi wadahnya yang lebih berbahaya dari pada perutnya. (Al-hadisit).
Islam juga menganjurkan untuk mrenghindari penyakit menular yang membahayakan masyarakat.
Bila kamu mendengar adanya menular pada suatu daerah janganlah kamu memasuki daerah tersebut. Dan bila penyakit itu terdapat disuatu daerah sedangkan kamu kebetulan ada di sana maka janganlah kamu keluar dari tempat itu. (Al-hadist)

5. Pendidikan Akhlak.
Akhlaq merupakan suatu pondasi dasar yang utama dalam terbentuknya pribadi berakhlaq merupakan hal pertama yang harus dilaksanakan, sebab akan melandasi kestabilan kepribadian manusia secara keseluruhan.
Rasulullah bersabda ;
“Sesungguhnya yang disebut orang kaya itu bukan karena banyaknya harta semata mata, tetapi yang kaya itu adalah kaya karena hatinya”. (Al-Hadist).
Islam  memandang bahwa nilai kekayaan hati lebih utama dibandingkan dengan banyaknya harta. Ia merupakan hiasan yang merupakan tak terukur harganya. <pendidi´kann akhlaq merupakan misi utama pendidikan Nabi ditegaskan dalam firman Allah :
“Dan sesungguhnya kamu (Muhamad) berbudi pekerti pekerti yang luhur. (QS. Al Qalam (68):4).
Rasulullah besabda ;
Paling sempurna keimanan orang orang mukmin ialah yang paling baik akhlaqnya.

6. Pendidikan Akal (Rasio)
Pendidikan akal juga tidak kalah penting dibandingkan dengan pendidikan jasmani maupun akhlaq. Pendidikan akal cukup besar andilnya dalam pembentukan kepribadian seseorang .
Islam memandang bahwa orang yang memiliki kepribadian yang utuh adalah manusia ynag terpelajar, manusia yang mempelajari ilmu pengetahuan. Sebab Ilmu pengetahuan adalah sarana yang dapat digunakan sebagai jalan untuk membedakan yang baik dan benar dengan yang buruk. Juga sebagai jalan untuk mengatur masalah masalah  dengan segala keduniaan dengan segala aktivitasnya dalam kehidupan masyarakat. Menimba ilmu dari berbagai sumber merupakan kewajiban umat islam, baik laki laki maupun perempuan  sejak dari buaian sampai berakhir ketika manusia menuju liang kubur. Mencari Ilmu dalam ajaran Islam dinilai sebagai ibadah.
Sabda rasulullah :
“Siapa yang memasuki sebuah jalan untuk mencari ilmu allah akan memudahkan jalan ke Surga”.
Hadist merupakan motifasi yang digunakan oleh  Rasulullah sebagai metode pendidikan agar para sahabat dan pengikut beliau giat menimba ilmu pengetahuan.
Ilmu adalah jalan yang dapat digunakan  untuk mengangkat martabat seseorang menuju kebahagiaan dunia akherat. Untuk itu seseorang yang mencari ilmu harus berpegang pada akhlaq dan kelurusan hati serta bersih dari segala noda yang melekat. Rosulullah SAW menghendekai agar sebelum menuntut ilmu harus menyucikan dulu jiwanya, sehingga nantinya akan dapat mengetahui hakikat dan nilai sebuah ilmu. Hanya orang orang yang berakhlaq sajalah yang mengetahui hakikat dan nilai sebuah ilmu, serta mampu mengarahkannya untuk kepentingan masyarakat.
Dalam pendidikan Islam yang mengarah kepada kesempurnaan hidup manusia, peranan ilmu adalah sangat besar. Itulah sebabnya pemikiran dan ilmu pengetahuan mendapat tempat yang terhormat dalam Islam.

7. Pendidikan Kejiwaan
Kematangan kepribadian seseorang sangat ditentukan oleh faktor kejiwaan. Kondisi kejiwaan yang stabil merupakan faktor  utama yang sangat menunjang. Untuk itu Islam sangat memperhatikan faktor jiwa ini dalam pembentukan kepribadian seorang muslim. Pribadi yang matang secara lahir maupun batin tentu akan lebih bijak dalam bersikap dan bertindak. Dia akan mudah mengendalikan diri dari segala perbuatan yang mengarah pada kerugian diri sendiri dan masyarakat. Sabda Rosulullah :
“Orang orang yang paling kuat adalah bukanlah karena fisiknya, tetapi orang yang dapat menguasai dirinya dari marah dan emosi.”
Sebaliknya orang yang suka mengumbar amarahnya tentu saja pemilirannya pun tidak runtut, sehuingga tindakan tindakannya tidak dapat dipertanggung jawabkan.
Rasulullah bersabda ;
“Hakim tidak akan memutuskan diantara dua orang selagi dia sedang murka” (al-hadist).
Sikap amarah selain memiliki aspek individual juga memiliki aspek sosial. Guru yang sering marah terhadap murid muridnya pasti akan menyebabkan pengaruh yang kurang baik pada kepribadian anak didiknya. Seorang ayah jang suka bertindak tidak senonoh terhadap anaknya tentu akan mengakibatkan penderitaan yang mendalam dan berlarut larut.
Oleh karena itu Rasulullah menuntun umatnya agar dapat mengendalikan diri dari sifat amarah menuju kepada keutuhan pribadi. Diceritakan oleh Anas bin malik bahwa Rasulullah saw. selalu bertindak tenang, bijak, dan menghindari sifat mengumbar amarah. Anas bin Malik bercerita:
“Saya telah menjadi pembantu Rasulullah selama 10 tahun, Beliau tidak pernah mengatakan kepadaku  `uf’   atau ‘cis’ sekalipun”.

8. Pendidikan Estetika.
Keindahan adalah faktor yang berpengaruh dalam kehidupan manusia. Keindahan adalah lambang kesenangan perasaan dan kepuasan batin manusia. Rosulillah sangat menaruh perhatian perhatian  pada aspek keindahan, berdasarkan firman allah ;
“Hai nak anak Adam, pakailah pakainamu yang indah disetiap memasuki masjid”. (QS Al-Araf <7>,31)
“Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan”.(Al Hadits)
Dalam pandángan islam keindahan bukan saja terpanycar dari bentuk lahiriah yang menawan tetapi juga dipadukan dengan keindahan batin. Kesempurnaan pribadi seorang muslim terpadu dengan berbagai aspek keindahan, tidak hanya lahir tetapi juga batinnya.
Rasulullah dalam ajarannya selalu menganjurkan agar berpaling pada keindahan alam dengan segala fenomenanya. Dari sana akan timbul rasa cinta dan kagum yang akhirnya akan timbul raya syukur atas keagungan Allah SWT. Lewat keindahan itulah  tertanam nilai nilai keteraturan dan penghargaan pribadi dalam mengarungi bahtera kehidupan.

9. Pendidikan Kemasyarakatan.
Pendidikan kemasyarakatan sebagaiu kelanjutan dari upaya pembentukan kepribadian tidak lain dimaksudkan juga sebagai pencerminan tujuan yang hendak dicapai oleh ajaran islam. Dalam pendidikan kemasyarakatan ini antara lain meliputi etika dalam keluarga sebagai kerangaka dasar masyarakat, hak hak dan etika hidup bertetanggga, etika hubungan sosial dan lain lain.
Islam mengkaitkan imam seseorang dengan perilaku keseharian, termasuk dalam kehidupan bertetangga. Bahkan Rasulullah tidak hanya mengajarkan umatnya untuk menghormati hak-hak tetangganya numun juga memberikan petunjuk agar selalu bersabar dan tahan uji terhadap gangguan tetangga. Dalam QS Al Fushshilat<41> 42, Allah berfirman ;
“Lawanlah ia dengan perbuatan yang lebih baik”.
Selain itu didalam pendidikan kemasyarakatan dibutuhkan adanya solidaritas sosial sikap saling mencintai sesama anggota masyarakat. Diatur pula masalah tanggung jawab pribadi terhadap masyarakat, karena masyarakat disamping makhluk individu juga makhluk sosial yaitu anggota dari suatu masyaraka

ind