Sejarah Perkembangan Ekonomi Syariah

Publikasi: Jum'at, 21 Rajab 1434 H / 31 Mei 2013 15:17

Sejarah Perkembangan Ekonomi Syariah

Masih banyak diantara kita yang beranggapan bahwa sistem Ekonomi Syariah adalah sistem ekonomi yang baru dikembangkan dalam beberapa tahun terakhir ini. Itupun ditambah dengan anggapan bahwa sistem ini berkembang dengan mengadopsi sistem ekonomi yang sudah berjalan selama ini, yaitu sistem Kapitalis.

Belum banyak yang mengetahui bahwa pada masa pemerintahan Rasulullah SAW di Madinah sekitar 14 abad yang lalu beliau telah menetapkan dan menerapkan fondasi sistem ekonomi yang berbasis Syariah. Pada masa itu telah terbentuk Pola Konsumsi, Pola Simpan-Pinjam, Pola Investasi, serta Distribusi Pendapatan. Sementara teori ekonomi kapitalis baru muncul sekitar abad ke 18 Masehi.

Pada periode Madinah, selain sebagai seorang Nabi dan Rasul, beliau juga bertindak sebagai seorang Kepala Negara yang mengatur sistem pemerintahan, sistem pertahanan dan keamanan, dan sistem perekonomian negara. Bahkan beliau menetapkan 9 Kebijakan dalam bidang moneter sebagai dasar acuan dalam menjalankan sistem perekonomian yang berbasis keadilan dan kemashlahatan umat.

Sistem Ekonomi pada masa pemerintahan Rasulullah SAW :

  • Meletakkan Dasar-dasar Kebijakan Keuangan Negara
  • Membentuk Baitul Maal sebagai kekayaan publik
  • Mengembangkan sumber-sumber penerimaan negara
  • Meletakkan dasar-dasar kebijaksanaan fiskal
  • Mengembangkan dasar kebijakan APBN
  • Meletakkan dasar keseimbangan Moneter
  • Menetapkan 9 KEBIJAKAN BIDANG MONETER :
  1. Penggunaan Dinar dan Dirham sebagai alat transaksi
  2. Pembebasan tarif dan bea masuk impor emas, perak, komoditi
  3. Larangan penimbunan uang
  4. Larangan penimbunan barang demi untuk menjaga stabilitas nilai uang
  5. Larangan RIBA
  6. Menggalakkan model perjanjian bagi hasil dan resiko
  7. Mencegah kegiatan spekulasi
  8. Meningkatkan produksi barang dan jasa
  9. Penghapusan monopoli dagang

Dan setelah masa Rasullah SAW sistem ekonomi syariah semakin berkembang, dimulai pada masa Khulafaur Rasyidin kemudian dilanjutkan oleh kekhalifahan berikutnya. Sampai akhirnya ekonomi syariah ‘mati’ sejalan dengan runtuhnya kekhalifahan Ustmaniah di Turki pada  tahun 1923 M.

 

Periode Ekonomi Islam

  1. Masa Pemerintahan Rasulullah SAW
  2. Masa Khulafaur Rasyidin (11-60 H / 632-661 M)
  3. Masa Khilafah Bani Umayyah (41-132 H / 661-750M)
  4. Masa Khilafah Bani Abbasiyah I (132-656 H / 750-1258 M)
  5. Masa Khilafah Bani Abbasiyah II (659-903 H / 1261-1505 M)
  6. Masa Khilafah Bani Ustmaniyah (923-1342 H / 1517-1923 M)
  7. Pasca runtuhnya Bani Usmaniyah – Sekarang

Memasuki perioda ke Khalifahan, teori-teori ilmu Ekonomi Syariah semakin berkembang sejalan dengan perkembangan zamannya pada saat itu. Pada masa-masa tersebut telah bermunculan para pemikir-pemikir Ekonomi yang telah menetapkan dasar-dasar sistem Ekonomi modern yang berlandaskan Al Quran dan Al Hadist, jauh sebelum pemikir-pemikir ekonomi barat memunculkan teori-teori ekonomi yang sampai saat ini masih digunakan. Semakin banyak ekonom-ekonom muslim yang memberikan sumbangan pemikirannya terhadap perkembangan ekonomi dunia di saat dunia barat (Eropa) masih tenggelam dalam masa kegelapan (The Dark Ages).

Beberapa Ekonom Muslim terbesar yang telah menetapkan dasar-dasar Ekonomi Syariah pada rentang waktu Kekhalifaan antara lain adalah :

  • 1.      Ibnu Taimiyyah (w. 728 H / 1328 M)

Beberapa pemikirannya antara lain :

  1. Pasar yang Sehat (Konsep Harga, Supply dan Demand)
  2. Konsep Uang dan Moneter (fungsi uang sebagai pengukur nilai & alat tukar, melarang perdagangan uang)
  3. Keuangan Negara dan Zakat

Skala prioritas APBN :

  1. fakir miskin
  2. biaya perang jihad dan pertahanan
  3. penguatan hukum dan peradilan
  4. dana pensiun dan gaji pegawai negara
  5. pembangunan infrastruktur
  6. kesejahteraan umum
  • 2.      Ibnu Khaldun (w. 808 H / 1404 M)

Ibnu Khaldun adalah ekonom muslim terbesar karena sedemikian cemerlang dan luas bahasannya tentang ekonomi. Dalam bukunya, History of Economic Analysis (1959), ekonom barat J.A Scumpter mengakui integritas dan kualitas karyanya. Beliau satu-satunya ekonom muslim yang diakui oleh ekonom barat. Pemikiran beliau sangat penting tidak saja karena telah mendahului pemikiran para ekonomi modern (barat), tetapi karena beliau memiliki penguasaan ilmu pengetahuan yang luas dan mendalam tentang pemikiran ekonomi.

Karya terbesar dan monumental adalah buku Muqadimmah yang menyajikan bahasan tentang pembagian kerja, uang dan harga, produksi dan distribusi, perdagangan internasional, pembentukan modal dan pertumbuhan, siklus perdagangan, kemiskinan dan kemakmuran, kependudukan, pertanian, industri dan perdagangan, serta makro ekonomi dari perpajakan dan pengeluaran publik.

Beberapa pemikirannya antara lain :

  1. Pajak dan Belanja Negara
  2. Pasar bebas, perdagangan internasional, dan tingkat Upah
  3. Teori Produksi

 

Rahmat Akbar sdi.ac.id